Keluarga Nasrudin Bawa-bawa Garda Indonesia?

Kompas.com - 15/05/2009, 20:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Terkait dengan mulai terkuaknya kasus pembunuhan Nasrudin, pihak keluarga Nasrudin berencana mengadakan jumpa pers di Hotel Sentral Jakarta untuk menjelaskan perkembangan kasusu tersebut. Namun, pertemuan tersebut mengundang tanda tanya karena dilakukan di arena Rapimnas Garda Indonesia.

Acara yang sedianya diadakan jam 19.30 ini didahului oleh pertemuan sekitar 10 orang. Satu di antaranya adalah Andi Samsudin, adik kandung Nasrudin. Sekitar jam 19.15 mereka keluar dari ruangan yang dihiasi dengan poster bertuliskan Rapimnas Garda Indonesia. Mereka makan makanan ringan sebentar bersama para wartawan.

Selang 15 menit, datang seorang laki-laki, yang menurut sumber yang didapat ia adalah Ketua dari Garda Indonesia. Ia bersama beberapa tamu datang dan disambut oleh Andi. Sesaat kemudian mereka semua masuk ke ruangan. Ketika ada wartawan yang hendak masuk, Andi memintanya keluar.

"Bentar ya pak. Ditutup dulu," kata Andi sambil menutup pintu. Sampai saat ini mereka masih mengadakan pertemuan tertutup. Sementara itu sekitar 20 wartawan menunggu di luar ruangan dengan penuh tanda tanya.

Apa hubungan kasus ini dengan Garda Indonesia? Apa itu Garda Indonesia masih menjadi tanda tanya. Kebingungan bertambah karena mendapat informasi di antara mereka yang mengadakan pertemuan ada para purnawirawan TNI/Polri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau